Berdiri sejak 2012 dan berkembang seiring transformasi kelembagaan, Program Studi S1 Gizi hadir untuk mencetak tenaga gizi (nutrisionis) profesional, unggul, dan berakhlak mulia di bawah naungan Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta (UMPKU).
Tonggak perubahan bentuk kelembagaan dalam menjamin mutu pendidikan tinggi bidang gizi yang berkelanjutan.
Pendidikan kesehatan vokasi dirintis oleh PDM Majelis Pembina Kesehatan Surakarta, meletakkan fondasi bagi berdirinya rumpun ilmu kesehatan dan program sarjana ke depan.
Resmi memperoleh izin operasional pada 14 September 2012 berdasarkan SK No. 319/E/O/2012 di bawah STIKes PKU Muhammadiyah Surakarta untuk mencetak nutrisionis pertama.
Penguatan sarana laboratorium gizi, perluasan wahana praktik klinik dan komunitas, serta peningkatan mutu kurikulum terintegrasi teknologi kesehatan.
Bernaung di bawah Fakultas Ilmu Kesehatan UMPKU Surakarta, memperluas riset terapan gizi, jejaring alumni, dan kerja sama internasional berkelanjutan.
Catatan historis pendirian dan pengembangan mutu akademik Program Studi S1 Gizi UMPKU Surakarta.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Majelis Pembina Kesehatan Kota Surakarta merintis pendidikan vokasi kesehatan (Akper/Akbid PKU) sebagai fondasi institusi.
Peralihan pembinaan dari Kementerian Kesehatan ke Kementerian Pendidikan Nasional membuka pintu perintisan program studi sarjana di bidang gizi dan kesehatan.
Program Studi S1 Gizi resmi berdiri dan memperoleh izin operasional pada 14 September 2012 berdasarkan SK Mendikbud Nomor: 319/E/O/2012 seiring penggabungan menjadi STIKes PKU Muhammadiyah Surakarta.
Peningkatan status institusi menjadi Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITS PKU) pada 3 Desember 2019 memperkuat integrasi teknologi pada riset pangan dan gizi.
Transformasi kelembagaan menjadi universitas; Program Studi S1 Gizi bernaung di bawah Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) dengan kurikulum modern dan jejaring rumah sakit terpadu.
Pengembangan riset gizi klinik, gizi masyarakat, dan manajemen pelayanan makanan secara berkelanjutan untuk menghasilkan nutrisionis yang adaptif dan berdaya saing global.